Keperawatan

Tema : Kegiatan Pelatihan Keperawatan Onkologi Anak (POA) Dasar
Tanggal : 24 – 28 Juli 2019
Tempat : Gedung H Ruang Diklat RSCM Lantai 2 Spesialis Pediatrik Onkologi
Pembicara :

Bidang Medis:

- Spesialis Farmasi RSCM
- Dr. Haridini Intan SpA(K) – RSKD

Bidang Keperawatan:

- DR. Nani Nurhaeni, S.Kp. MN
- Yuliana Hanaratri, BSN, MN
- DR. Allenidekania, SKp.M.Kep.,Sp.Kep.An
- Ns.Meri Risma, S.Kep
- Mediana Bangun, Ns.Sp. Kep.An
- Lina Dewi Ns,Sp.Kep.An
- Ns. Nurhidayatun Sp.Kep.An
- Ns. Elnino Tunjungsari, S. Kep
- Ns. Konda Tawalujan, SKM. S. Kep.M.Kes

Pelatihan ini diselenggarakan dengan beberapa tujuan, yaitu :

Tujuan Umum:

Meningkatkan profesionalisme peran perawat onkologi anak dalam memberikan asuhan keperawatan pada anak dengan kanker dan keluarga, sesuai dengan kewenangannya.

Dalam pelatihan keperawatan ini, ada beberapa materi yang dibagikan, diantaranya:

KODE ETIK

Kode Etik Keperawatan Indonesia

- Penerapan nilai etika yang dikeluarkan PPNI berisi tanggungjawab terhadap klien, tugas, teman sejawat, profesi, negara.
- Tujuan : mengatur hubungan, standar, mengatasi masalah, dasar menyusun kurikulum, informasi pentingnya sikap profesional.

DILEMA ETIK :

- Menahan dan mengakhiri hidup karena pengobatan
- Tes genetik
- Autopsi Anak
- Donor Organ
- Menggunakan Anak sebagai subjek Riset
- Ijin anak untuk pengobatan

Peran perawat anak berada dalam posisi kunci, baik secara langsung dalam menilai perkembangan anak atau remaja dan juga dapat memfasilitasi rujukan untuk rehabilitasi dan profesional neuropsikologi untuk melakukan pengkajian dengan screening. Perawat juga dapat memberikan intervensi sesuai dengan tahapan perkembangan pasien dari segala usia, termasuk mengedukasi orangtua dan pengasuhu keluarga tentang bagaimana mendukung perkembangan dan pertumbuhan anak mereka secara terus menerus.

INTERVENSI KEPERAWATAN

1. Dukung Otonomi Remaja

- Dorong remaja untuk berperan aktif mengelola penyakit
- Dorong pengasuh untuk memungkinkan kebebasan remaja dan tanggung jawab untuk belajar dan mengelola banyak aspek dari penyakit yang mungkin tetapi tetap terlibat dan mempertahankan pengawasan atau dukungan peran
- Dorong kolaborasi membuat keputusan dengan tim kesehatan
- Berikan kontrol remaja atau banyak aspek dari perawatannya yang mungkin
- Hormati remaja sebagai individu yang terpisah dari orang tua dengan menyampaikan pertanyaan langsung kepadanya dan memberikan kesempatan bagi remaja untuk mendiskusikan masalah tanpa kehadiran orang tua.

2. Dorong perawatan diri dan pertahankan kebebasan

- Edukasi pasien tentang pengenalan awal dan hati – hati, manajemen produktif dari efek samping atau komplikasi seperti nyeri, kelelahan, dan mual untuk meminimalkan efeknya pada kesejahteraan remaja
- Dorong pasien untuk menerima pantauan saat ia membutuhkannya
- Tekankan bahwa penerimaan tersebut merupakan tanda kekuatan dan kematangan dan bahwa ada kalanya masalah terlalu sulit untuk dipecahkan sendiri
- Fasilitas terapi fisik dan arahan okupasi, jika diperlukan, untuk menjaga atau meningkatkan kekuatan otot, mobilisasi dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari – hari.